~ (Dia? Sahabatku? ) ~
Udara sejuk memasuki seluruh tubuh Maudy,
tulang-tulangnya pun merasakan udara yang mulai merasuki ke dalam seluk bluk
tubuhnya. Di tahun ini Maudy berniat menjalani hidupnya di tanah kelahirannya,
Indonesia. Indonesia, negara yang sangat indah dengan berbagai alam yang
mebentang menambah keindahan planet bumi ini. Sebelum berniat untuk tinggal di Indonesia, dia sudah
keliling dunia dan berpindah-pindah sekolah hanya untuk mengikuti bisnis
ayahnya. Karena ayahnya memiliki hubungan bisnis di Indonesia Maudy pun juga
harus pindah kesini, Indonesia.
Perasaan Maudy saat menginjakkan kaki di tanah
kelahirannya merasakan rindu yang begitu dalam memasuki tubuhnya dengan negeri ini. Meskipun
bisnis ayahnya berada di Jakarta tetapi Maudy ingin tinggal di Surabaya, kota
dimana ia dilahirkan. Maudy berpisah dengan kedua orangtua nya saat berada di
bandara. Dan berterbang langsung ke Surabaya.
Maudy yang tiba di Airport akhirnya diantar oleh sopir
yang sudah sengaja dikirim oleh Neneknya ke rumah pribadinya yang dekat dengan
rumah neneknya. Selama kurang lebih 45 menit perjalanan, Maudy sampai di depan
rumah lamanya, rumah yang tidak begitu besar dan mewah. Ya rumah yang seperti
ini yang di idamkan oleh Maudy setiap saat.
“Hai Maudy” sapa seorang wanita yang sudah sangat berumur
“nenek?” kata Maudy senang lalu memeluk neneknya dengan erat. Mereka menuju
ruang tengah, duduk berdampingan, “gimana kesan pertamanya?” tanya sang nenek
“keren nek, rindang ya surabaya” katanya
senang, neneknya hanya tersenyum melihat tingkah cucunya yang begitu antusias
untuk tinggal di Surabaya.
Setelah berganti pakaian, Maudy menghampiri neneknya yang
masih berada diruang tengah sambil menonton televisi. “nenek, Galang sama Agil
mana?” tanya nya “mereka sekolah, mungkin sepulang sekolah mereka akan kesini”
jawab nenek, Maudy hanya menggangguk paham “bagaimana dengan sekolahmu?” tanya
nenek, selama ini ayah dan mama Maudy tak pernah mengatakan tentang sekolahnya
yang ada di Surabaya “entah nek. Menurut nenek gimana?” tanya Maudy kurang
tertarik dengan topik pembicaraan yang dibicarakan oleh neneknya “sebaiknya
kamu tetap sekolah Dy. Gimana kalau kamu tanya ke Raffi tentang sekolah-sekolah
yang bagus di Surabaya?” saran nenek “iya nek, aku juga ingin tetap sekolah. Kak
Raffi? Nenek punya nomer hp-nya?” tanya Maudy memastikan “ada, coba ambilkan
buku catatan nenek di tas nenek” kata nenek “dimana nek?” tanya Maudy santai
“di ruangtamu” kata Nenek tersenyum. Maudy
pun mengambil tas nenek yang ada di ruang tamu sambil melihat rumah
tetangga depannya. Seorang lelaki sedang memetik senar gitar dengan lancarnya
di depan rumahnya. “ini nek” kata Maudy sambil menyerahkan tas berwarna merah
itu, neneknya pun merogoh isi tas, lalu mengeluarkan buku kecil berwarna coklat
plus dengan bulpennya. Dari dulu nenek Maudy senang mencatat hal-hal penting di
buku kecil berwarna coklat dan seingat Maudy catatan itu harus berwarna coklat.
Nenek Maudy memakai kacamatanya, lalu membolak-balik setiap lembar buku kecil
itu “nek? Maudy mau tanya?” tanya Maudy pelan “iya tanya apa?” balas nenek
tetap sambil memandangi buku catatan kecilnya “emang tetangga depan rumah punya
anak cowok?” tanya Maudy penasaran “maksud kamu Angga?” kata nenek heran
memberhentikan kegiatannya, memandang Maudy “oh, namanya angga?” kata Maudy
yang sekarang mulai paham, dan merasa nama itu sudah lama ia kenal “kamu nggak
ingat?” tanya nenek heran “tentang apa nek?” tanya Maudy santai “dia kan teman
yang selalu mengantarmu kemana pun waktu kamu kecil, waktu kamu kelas 1-3 SD,
kamu kan masih ada di Indonesia” jelas nenek panjang lebar “tapi kelas 1 dan 2
aku berada di London kan nek? Seingetku sih” tanya Maudy heran “iya tapi kamu
sering pindah-pindah. Dan angga adalah anak yang selalu kamu ingat kalau kamu
sudah sampai disini” jelas nenek, Maudy hanya terdiam dan berusaha mengingat
dan mengorek isi memory nya. Ya mungkin ia sudah lupa tentang semua
pengalamannya yang ada di Indonesia termasuk dengan Angga, teman kecilnya yang
kata nenek selalu menemaninya kemanapun ia pergi.
Hari
kedua di Surabaya – Maudy bangun dengan merasakan hal yang berbeda, sudah ada
bunyi mesin mobil lalu lalang di depan rumahnya. “morning Surabaya City” kata Maudy
di depan kaca sambil tersenyum. Maudy menuju kamar mandi, terdengar suara air
yang mengalir dan nyanyian Maudy dengan lagu favoritnya milik Demi Lovato-Made
in the USA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar