Rabu, 03 Juni 2015

That's You?

~ (Dia? Sahabatku? ) ~
            Udara sejuk memasuki seluruh tubuh Maudy, tulang-tulangnya pun merasakan udara yang mulai merasuki ke dalam seluk bluk tubuhnya. Di tahun ini Maudy berniat menjalani hidupnya di tanah kelahirannya, Indonesia. Indonesia, negara yang sangat indah dengan berbagai alam yang mebentang menambah keindahan planet bumi ini. Sebelum  berniat untuk tinggal di Indonesia, dia sudah keliling dunia dan berpindah-pindah sekolah hanya untuk mengikuti bisnis ayahnya. Karena ayahnya memiliki hubungan bisnis di Indonesia Maudy pun juga harus pindah kesini, Indonesia.
            Perasaan Maudy saat menginjakkan kaki di tanah kelahirannya merasakan rindu yang begitu dalam  memasuki tubuhnya dengan negeri ini. Meskipun bisnis ayahnya berada di Jakarta tetapi Maudy ingin tinggal di Surabaya, kota dimana ia dilahirkan. Maudy berpisah dengan kedua orangtua nya saat berada di bandara. Dan berterbang langsung ke Surabaya.
            Maudy yang tiba di Airport akhirnya diantar oleh sopir yang sudah sengaja dikirim oleh Neneknya ke rumah pribadinya yang dekat dengan rumah neneknya. Selama kurang lebih 45 menit perjalanan, Maudy sampai di depan rumah lamanya, rumah yang tidak begitu besar dan mewah. Ya rumah yang seperti ini yang di idamkan oleh Maudy setiap saat.
            “Hai Maudy” sapa seorang wanita yang sudah sangat berumur “nenek?” kata Maudy senang lalu memeluk neneknya dengan erat. Mereka menuju ruang tengah, duduk berdampingan, “gimana kesan pertamanya?” tanya sang nenek “keren nek,  rindang ya surabaya” katanya senang, neneknya hanya tersenyum melihat tingkah cucunya yang begitu antusias untuk tinggal di Surabaya.
            Setelah berganti pakaian, Maudy menghampiri neneknya yang masih berada diruang tengah sambil menonton televisi. “nenek, Galang sama Agil mana?” tanya nya “mereka sekolah, mungkin sepulang sekolah mereka akan kesini” jawab nenek, Maudy hanya menggangguk paham “bagaimana dengan sekolahmu?” tanya nenek, selama ini ayah dan mama Maudy tak pernah mengatakan tentang sekolahnya yang ada di Surabaya “entah nek. Menurut nenek gimana?” tanya Maudy kurang tertarik dengan topik pembicaraan yang dibicarakan oleh neneknya “sebaiknya kamu tetap sekolah Dy. Gimana kalau kamu tanya ke Raffi tentang sekolah-sekolah yang bagus di Surabaya?” saran nenek “iya nek, aku juga ingin tetap sekolah. Kak Raffi? Nenek punya nomer hp-nya?” tanya Maudy memastikan “ada, coba ambilkan buku catatan nenek di tas nenek” kata nenek “dimana nek?” tanya Maudy santai “di ruangtamu” kata Nenek tersenyum. Maudy  pun mengambil tas nenek yang ada di ruang tamu sambil melihat rumah tetangga depannya. Seorang lelaki sedang memetik senar gitar dengan lancarnya di depan rumahnya. “ini nek” kata Maudy sambil menyerahkan tas berwarna merah itu, neneknya pun merogoh isi tas, lalu mengeluarkan buku kecil berwarna coklat plus dengan bulpennya. Dari dulu nenek Maudy senang mencatat hal-hal penting di buku kecil berwarna coklat dan seingat Maudy catatan itu harus berwarna coklat. Nenek Maudy memakai kacamatanya, lalu membolak-balik setiap lembar buku kecil itu “nek? Maudy mau tanya?” tanya Maudy pelan “iya tanya apa?” balas nenek tetap sambil memandangi buku catatan kecilnya “emang tetangga depan rumah punya anak cowok?” tanya Maudy penasaran “maksud kamu Angga?” kata nenek heran memberhentikan kegiatannya, memandang Maudy “oh, namanya angga?” kata Maudy yang sekarang mulai paham, dan merasa nama itu sudah lama ia kenal “kamu nggak ingat?” tanya nenek heran “tentang apa nek?” tanya Maudy santai “dia kan teman yang selalu mengantarmu kemana pun waktu kamu kecil, waktu kamu kelas 1-3 SD, kamu kan masih ada di Indonesia” jelas nenek panjang lebar “tapi kelas 1 dan 2 aku berada di London kan nek? Seingetku sih” tanya Maudy heran “iya tapi kamu sering pindah-pindah. Dan angga adalah anak yang selalu kamu ingat kalau kamu sudah sampai disini” jelas nenek, Maudy hanya terdiam dan berusaha mengingat dan mengorek isi memory nya. Ya mungkin ia sudah lupa tentang semua pengalamannya yang ada di Indonesia termasuk dengan Angga, teman kecilnya yang kata nenek selalu menemaninya kemanapun ia pergi.

            Hari kedua di Surabaya – Maudy bangun dengan merasakan hal yang berbeda, sudah ada bunyi mesin mobil lalu lalang di depan rumahnya. “morning Surabaya City” kata Maudy di depan kaca sambil tersenyum. Maudy menuju kamar mandi, terdengar suara air yang mengalir dan nyanyian Maudy dengan lagu favoritnya milik Demi Lovato-Made in the USA.